Setiap Page Adalah Landing Page, Maksudnya?

Landing-Page-Design1

Setiap halaman dalam situsmu adalah landing page bagi pencarian yang organik. Baik itu mengkonversi visitor menjadi pembeli atau bahkan membuat visitor menjadi terus menelusuri situsmu lebih dalam semua tergantung pada SEO, pengalaman yang dialami mereka, dan pilihan desain.

Pertama, selalu ingat bahwa setiap halaman page adalah landing page. “SEMUA”. Tidak hanya page yang kamu rencanakan sebagai landing page saja. Halaman FAQ, halaman diskon yang sudah lewat, kategori produk dengan enam filter, dan bahkan halaman produk yang sudah sold our: semua halaman itu bisa menjadi landing page melalui pencarian organik sebagai tambahan dari halaman yang kamu ingin visitor lihat dan gunakan untuk mengkonversi mereka.

SEO-every-page-landing-page-570x752

Ketika calon visitor membuka situsmu, sudahkah mereka tahu proses penggunaannya?

Calon pembeli yang menemukan situs kita karena hasil pencarian organik sebaiknya tahu di mana mereka berada, dan mengapa mereka ingin berbisnis dengan tokomu dan bukan yang lain.

Kenyataannya, visitor tentu melakukan pencarian untuk membeli suatu barang/jasa yang spesifik, jadi pastikan bahwa mesin pencari menampilkan hasil halaman yang relevan untuk mereka, namun jika mereka tidak menemukan apa yang dicari mereka tak akan ragu untuk segera beralih ke situs kompetitor. Namun karena saat ini bounce rate sebuah situs dapat meningkat dengan cepat karena visitor yang dengan mudahnya membuka-tutup sebuah situs, mesin pencari kemudian mempelajari algoritma tersebut dan menganggap situsmu tidak menyediakan kebutuhan calon pelanggan di mana itu akan menurunkan rating situs kita di halaman hasil pencarian. Hal ini memperburuk keadaan karena semakin sedikit orang yang akan klik ke halamanmu, dan semakin menurun juga penjualannya.

Calon pelanggan biasanya akan mulai browsing situs ecommerce dari home page dan kemudian menjelajah ke seluruh situs hingga akhirnya konversi menjadi pembeli. Penting untuk mengetahui perilaku pembeli melalui pencarian organik karena mereka memiliki alur masuk yang unik.

Perhatikan Category Page dan Filter Pages

Berikut ini adalah studi kasus yang dilakukan pada calon pembeli yang sedang mencari pocket watch stand untuk menaruh jam tangan milik ayahnya. Kemudian, ia melakukan pencarian melalui Google.

Google-pocket-watch-stands-570x399

Hasil pencarian organik dari “pocket watch stand.”

Dalam kasus ini, category pages untuk Ebay, Pocket Watch Site, dan Pocket Watch Central menempati urutan dalam hasil pencarian Google yang ke-dua hingga empat. Amazon berhasil berada di peringkat teratas karena ranking halamannya adalah product page. Ini akan banyak terjadi pada raksasa ecommerce seperti Amazon, Walmart, dan Target.

Sebagian besar pencarian yang dilakukan biasanya tidak terikat brand atau kategori tertentu, hal ini berarti mereka tidak menyebutkan nama toko atau brand produk tertentu. Pencarian “pocket watch stand” adalah contoh yang baik. Calon pembeli ingin mencari suatu barang namun tidak tahu atau menentukan di mana tepatnya dia akan membelinya atau siapa yang memproduksi barang tersebut.

Visitor ini akan dibawa ke halaman kategori atau filter milikmu karena mereka mengirimkan relevansi yang terkuat dan authority signals untuk kata kunci yang non-branded. Nama halaman yang muncul biasanya merupakan deskriptif dari produk yang ada dalam kategori.

Mengetahui bahwa kebanyakan calon pembeli mengacu pada halaman kategori atau filter dari hasil pencarian Google, kamu bisa melihat bahwa penting untuk memastikan bahwa pelanggan tahu dengan pasti situs yang mereka sedang buka dan bisa langsung mengidentifikasi mengapa mereka mempercayai tokomu dan melakukan pembelian di sana.

Konversi Pencarian Organik

Hasil konversi calon pembeli melalui pencarian yang organik bukan hanya sekali langkah. Ini adalah usaha yang dilakukan dari tiap halaman.

Untuk memulainya, setiap halaman harus memiliki headline yang visible dan komprehensif dan berorientasi calon pembeli sejak pertama kali membuka situsmu. Beritahukan dengan jelas posisi mereka saat ini melalui konten yang informatif. Sehingga mereka bisa segera menavigasikan ke halaman tepat yang mereka butuhkan.

Langkah selanjutnya adalah menjelaskan apa yang bisa mereka lakukan setelah sampai di halaman yang mereka cari. Jika mereka berada di halaman produk, mereka harus bisa melihat dengan jelas nama produk, gambar yang bagus, harga dan ketersediaan, metode pengiriman, fitur dan kegunaan, serta tombol yang jelas untuk menambahkannya ke keranjang belanja. Beberapa produk sebaiknya juga mencantumkan informasi penting seperti warna, ukuran, dan bahan materialnya.

Jika selama ini rate konversi dari pencarian organikmu masih rendah di halaman produk, ini merupakan awal yang baik. Pikirkan hal ini: apakah kamu ingin membeli produk dari toko yang tidak kamu kenal jika kamu harus bekerja keras menemukan informasi hanya untuk memastikan itu adalah produk yang sesuai?

Kemungkinan lainnya adalah calon pembeli yang berada di halaman produkmu mungkin menginginkan produk yang kamu jual, justru bukan halaman yang diarahkan mesin pencari saat mereka melakukan pencarian. Untuk itu kamu harus memunculkan beberapa produk yang sejenis yang kamu jual, pasang tombol aksi yang jelas untuk kembali ke halaman kategori. Dengan begini kamu bisa mengurangi kemungkinan bounce out karena mungkin saja apa yang mereka cari sesungguhnya ada dalam websitemu.

Konten yang Bermanfaat

Jika kamu memberikan konten informasi yang bermanfaat bagi calon pembeli, pastikan mereka akan dengan mudah menemukan produk serupa di halaman tersebut. Jangan takut menambahkan informasi yang relevan dan bermanfaat, karena siapa tahu melalui konten itu kamu akan mendorong mereka melakukan pembelian. Kamu bisa membuatnya dalam sebuah artikel dan tempatkan ke dalam kategori yang sesuai. Jika memungkinkan buat informasi itu ke dalam satu halaman sekaligus, karena jika artikel berupa link pdf maka mereka akan sulit untuk memilih-milih dan melakukan pembelian. Ingat, tujuan akhirmu adalah meningkatkan konversi.

Untuk itu penting membuat setiap halamanmu berisi konten yang bermanfaat dan bisa mendorong keinginan mereka untuk melakukan pembelian. Jangan lupakan CTA dan navigasi yang jelas agar mereka segera paham apa yang bisa mereka lakukan di halaman tersebut. Setiap page adalah landing page. Setujukah kamu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *