Hati-Hati, 7 Kesalahan Fatal dalam Memilih CMS

4f6af74cfa5a5bebe6567297579da89a

Content Management Systems (CMS) telah menjadi tools paling powerful bagi web developer setelah PHP. Dalam market di mana website harus dikembangkan dengan cepat dan mudah, banyak developers yang beralih ke Open Source CMS untuk menyelesaikannya. Sayangnya, masih ada perbedaan dengan CMS yang ada di web dan menemukan yang paling benar masih sulit dilakukan. Untuk itu kamu harus perhatikan beberapa kesalahan fatal yang sering dilakukan developer berikut ini. Tapi sebelumnya kenali dulu apa itu CMS.

APA ITU CMS

Content Management System (CMS) adalah aplikasi website yang menggunakan database (biasanya MySQL) atau metode lain untuk membuat, mengedit, dan menyimpan konten HTML dengan lebih mudah. Konten tersebut dibuat dan diedit di web dalam porsi administrasi dari aplikasi web (atau kemudian disebut Backend). Hasil dari konten itu kemudian ditampilkan kepada viewers dalam situs reguler (atau disebut Frontend).

KENAPA HARUS PAKAI CMS

Ada beberapa alasan untuk menjawab pertanyaan ini, tapi alasan utama dari penggunaan CMS adalah untuk menciptakan dan mengedit konten dengan mudah dan simpel. Bahkan developer seringkali lupa bahwa ini adalah tujuan utama dari CMS dan terus saja mencari fungsi lainya, sesungguhnya dengan begitu mereka telah menyusahkan diri sendiri (atau bahkan user mereka juga). Konten tidak hanya berisi teks. Terkadang konten yang kamu butuhkan dalam situs adalah form kontak atau user authentication system. Caranya adalah dengan menemukan CMS yang menyediakan fungsi tanpa mengorbankan kemudahan penggunaan untuk dirimu sendiri, atau dalam beberapa situasi, usermu. CMS yang baik akan membuatmu lebih fokus pada desain Frontend, dan bukannya terus membuat extensions atau fungsionalitas.

5 KESALAHAN YANG SERING TERJADI

Kesalahan 1: Memilih CMS yang Geek Friendly

Hal pertama dan utama yang harus diingat oleh para developers yang sedang mengembangkan situs untuk kliennya adalah bahwa tidak semua orang secanggih dirimu. Bahkan ketika kamu menemukan CMS yang kamu sukai dan cocok, itu tak akan jadi masalah jika website yang sedang dikembangkan hanya untuk dirimu sendiri. Faktor penting yang harus selalu diingat adalah klien/customer bisa menggunakan situs yang sesuai dengan ekspektasi mereka. Jadi, di kemudian hari, pilihlah CMS dengan admin interface yang simpel, bahkan jika kamu harus memodifikasinya demi memenuhi kebutuhan klien/customer.

Kesalahan 2: Bigger is Better

Waspada pada setiap CMS, baik yang Open Source atau tidak, yang menyebutkan tentang kebesarannya dan alasan untuk menggunakan sistem mereka. Jangan hanya termakan janji dari komunitas user yang besar, dan semua extensions yang cantik atau plugin system yang ditawarkan. Ini adalah JEBAKAN!

Hanya karena banyak orang menggunakan CMS, bukan berarti CMS itu bagus untuk semua orang. Alasan lain orang-orang memilih tipe CMS ini biasanya karena mereka melihat komunitas developer yang sangat besar atau jumlah uang di balik aplikasi web tertentu. Saat kita menemukan CMS Open Source, sering kita menemukan bahwa tidak ada seorangpun yang mencari tahu developmentnya atau menemukan orang yang tepat untuk membuat apa yang dibutuhkan orang lain. Hati-hati jika berhubungan dengan si raksasa. Justru mungkin di sana kamu tidak akan menemukan apa yang kamu butuhkan. Yang paling penting adalah orang-orang yang ada di balik produk dan menemukan orang yang tepat untuk mengerjakannya.

Kesalahan 3: Salah Pilih

Lagi-lagi, ini hampir sama dengan nomor 2, di mana kamu sebaiknya memilih CMS yang simpel. Selalu pastikan untuk mengecek bahwa CMS yang kamu cari telah termasuk extensions dengan fungsionalitas yang kamu butuhkan. Mungkin kamu sering kali menemukan CMS yang menjanjikan, tapi sebaiknya jangan berikan investasi sebelum kamu menemukan bahwa CMS itu memberikan semua yang kamu butuhkan. Sayangnya, CMS-CMS terbaik saat ini masih dalam tahap pengembangan.

Kesalahan 4: Tidak Melakukan Riset/penelitian

Selalu dan selalu lakukan riset sebelum memutuskan penggunaan CMS. Cek situs yang mereka berikan misalnya. Email admin dari situs tersebut dan diskusikan pro dan kontra dari CMS. Bicarakan pada developers dan usahakan tetap berpikiran terbuka. Akan jauh lebih baik jika kamu meluangkan waktu untuk mengetes sistemnya. Kamu harus melakukannya sebelum menjanjikan penggunaan sistem itu untuk klien/customer. Terkadang kamu mungkin saja menemukan extension atau modul yang hasilnya bertentangan dengan hasil tes yang kamu lakukan.

Kesalahan 5: Membiarkan Tim TI Memilih CMS

Jangan pernah sekalipun membirkan orang TI untuk memilih CMS. Sangat jarang akan ada orang yang benar-benar paham tentang kode sekaligus interface yang user friendly. Meskipun kamu adalah perusahaan besar ataupun startup yang beranggotakan beberapa freelancer, siapapun yang menjadi Mac Guy di antara kalian, jangan pernah terima saran yang diberikan oleh seorang ahli TI. Mungkin akan menyulitkan, tapi memastikan CMS yang kamu gunakan memiliki user interface yang baik adalah hal penting dan akan menghindarkanmu dari masalah di masa depan.

Memilih CMS yang tepat memang tidak mudah, tapi dengan memerhatikan beberapa hal di atas kamu pasti akan bisa menemukan CMS yang terbaik untuk websitemu dan timmu. Goodluck!

Butuh web hosting terbaik dan terjangkau? Ayo segera kunjungi idwebhost sekarang juga!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *