5 Cara Efektif Mengelola Shopping Cart Abandonment

Desert Litter

Sebuah perusahaan merugi hingga $ 18 juta setiap tahunnya dikarenakan user yang melakukan abandonment pada online shopping cart mereka. Meskipun perusahaan besar juga ada yang mengalaminya, namun hal ini lebih sering terjadi pada startup.

Seperempat dari user online yang membatalkan shopping cart-nya biasanya menghadapi masalah pada sistem navigasi website yang terlalu rumit, dan sisanya mengeluhkan masalah proses checkout yang terlalu lama. Bagi perusahaan besar, hal ini bukan masalah, mereka memiliki biaya yang cukup untuk memperbaiki masalah ini. Sedangkan startup, kebalikannya, sumber daya yang dimiliki saja terbatas, dibarengi dengan revenue yang juga masih rendah. Semakin banyak user yang meninggalkan “calon barang belanjaannya,” kerugian yang terjadi memberikan efek bola salju: perusahaan besar akan semakin besar, startup akan semakin mandek.

Jangan khawatir, berikut ini ada lima strategi low-cost yang bisa menurunkan tingkat abandoned carts:

  1. Lakukan validasi sebelum mengembangkan sistem

Strategi terbaik untuk mencegah  terjadinya shopping cart abandonment justru dilakukan sebelum proses perencanaan aplikasi. Sebelum mengembangkan aplikasi/website, lakukan riset pada calon user untuk mengetahui apa yang mereka harapkan ada di aplikasi tersebut. Buat mock up screen dan tunjukkan pada calon user sebelum aplikasi/website itu benar-benar dibuat. Memahami user dan menciptakan pengalaman user-friendly berdasarkan ekspektasi mereka pasti akan meningkatkan penjualan. Teruskan komunikasi dengan user saat sedang mengembangkan aplikasi/website. Jadikan mereka sebagai tester aplikasi, rekam feedback dari mereka. Dengan begitu kamu akan mengetahui apa fitur paling penting bagi mereka – apakah itu masalah speed, efisiensi, kesederhanaan, keamanan, atau semuanya.

  1. Sederhanakan proses checkout

Hindari membuat sistem checkout yang rumit, hal itu hanya akan membuat usermu kabur. Beberapa perusahaan bisnis membuat kesalahan dengan menanyakan terlalu banyak data/informasi user sehingga membuat mereka memilih berbelanja di tempat lain user tentu ingin tahu berapa tahap yang harus mereka lalui ketika harus melengkapi order. Ada baiknya kamu juga mencantumkan jumlah step yang tersisa setiap proses checkout dilakukan.

Salah satu cara mudah untuk mengurangi jangka waktu pengisian form checkout adalah dengan memanfaatkan kode pos untuk melakukan autopopulate kecamatan dan kota dari user. Kamu juga bisa melakukan migrasi informasi data sign-up yang telah terdaftar sebelumnya saat pengisian form checkout. Dengan begitu, form sudah terisi dan hanya perlu dikonfirmasi saja.

  1. Menambah pengukuran keamanan

Transaksi yang cepat dan mudah tak akan berarti jika tidak memberikan keamanan. Sebanyak 17 persen dari mobile shoppers meninggalkan order mereka karena alasan keamanan yang mengkhawatirkan.

Solusi terbaiknya adalah dengan melakukan verifikasi produk dan jasa setiap ada transaksi yang dilakukan melalui pihak ketiga. Pengukuran keamanan ini memastikan bahwa semua informasi user tersimpan dengan aman. Pastikan usermu tahu bahwa kamu melakukan itu, dengan begitu mereka tidak akan meninggalkan order jika mereka merasa aman memberikan data pribadinya.

  1. Kirimkan reminder

Salah satu keuntungan dari sebuah aplikasi adalah kamu bisa mengirimkan push notification pada user. Gunakan fitur ini untuk mengingatkan kembali bahwa mereka masih menyimpan item di shopping cart, namun lakukan dengan hat-hati. Atur agar aplikasi hanya mengirimkan reminder ini pada user yang memilih item/produk yang berharga cukup tinggi atau yang hanya menghabiskan waktu singkat saat mengisi shopping cart mereka.

Push notification juga bisa sangat bermanfaat untuk memberitahukan konfirmasi pembelian dan menginformasikan user tentang adanya penawaran spesial.

  1. Dorong penjualan melalui diskon

Tawarkan insentif pada user yang melakukan transaksi melalui app. Meskipun memberi diskon membutuhkan modal awal, tapi dengan strategi ini dapat secara efektif menumbuhkan user base, memberikan kepuasan bagi user dan menaikkan revenue jika direncanakan dengan benar.

Itu dia tadi lima langkah mudah dan murah untuk mengurangi kerugian yang terjadi karena shopping cart abondanment dan mengubahnya menjadi transaksi penjualan. Produk yang baik adalah yang bisa menjadi solusi dari masalah usernya. Untuk itu kamu harus lebih dekat dengan mereka, dengarkan mereka, buat mereka aman dan nyaman—dengan begitu, tombol “buy” akan mereka klik tanpa ragu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *